Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2012

Sistem Reproduksi Reptil

Oleh Bayou Arindrina
 
Reproduksi seksual pada Reptil diawali dengan perkawinan yang diikuti dengan terjadinya fertilisasi. Fertilisasi tersebut kemudian menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio.
Fertilisasi pada reptil dapat terjadi secara eksternal atau secara internal.

Fertilisasi eksternal merupakan penyatuan sperma dan ovum di luar tubuh hewan betina, yakni berlangsung dalam suatu media cair, misalnya air. Contohnya pada Amfibi (katak).

Fertilisasi internal merupakan penyatuan sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh hewan betina. Hal ini dapat terjadi karena adanya peristiwa kopulasi, yaitu masuknya alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina. Fertilisasi internal terjadi pada hewan yang hidup di darat (terestrial), misalnya hewan dari kelompok reptil, aves dan Setelah fertilisasi internal, ada tiga cara perkembangan embrio dan kelahiran keturunannya, yaitu dengan cara ovipar, vivipar dan ovovivipar.

Ovipar (Bertelur)
Ovipar merupakan embrio yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur. Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina lalu dierami hingga menetas menjadi anak. Ovipar terjadi pada jenis reptil Non Venom (Phyton, Molleria, Collubrid), Venom ( Naja, Ophiagus hannah, Boiga,dsb ) .

Ovovivipar (Bertelur dan Beranak)
Ovovivipar merupakan embrio yang berkembang di dalam telur, tetapi telur tersebut masih tersimpan di dalam tubuh induk betina. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang berada di dalam telur. Setelah cukup umur, telur akan pecah di dalam tubuh induknya dan anak akan keluar dari vagina induk betinanya. Contoh hewan ovovivipar adalah kelompok reptil (kadal, BCI, Anaconda, ular pucuk, Monop tanah, monopohon)

Reproduksi Reptil (Reptilia)
Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular garter dan kadal. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur. Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina.

Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk, ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. Pada kebanyakan jenis reptil, telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah.

Hewan reptil seperti kadal, iguana laut, beberapa ular dan kura-kura serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya.

Sekian dan terimakasih semoga dengan ilmu yang sedikit dari saya bermanfaat bagi SATRIA...

Selasa, 17 Januari 2012

Belajar Genetik

Oleh Wongbanyumas

Hobi memelihara hewan dirasa tak lengkap jika kita belum berhasil melakukan budidaya hewan dan menurunkan sebuah generasi. Namun bagi sebagian besar hobiis khususnya hobiis ular kegiatan budidaya atau yang bahasa gaolnya disebut breeding merupakan kegiatan yang sulit. Seringkali ketika hendak memulai untuk belajar breed dibingungkan dengan berbagai macam istilah seperti resesif sederhana, codominate (codom), "super", Het dan Het 66%, dll. Nah lewat artikel ini mari kita bahas satu persatu seputar prinsip dasar genetika.

Apa itu gen?
Sebelum mulai lebih jauh kita harus paham apa itu gen. Saya akan menggunakan bahasa yg mudah dicerna dan simpel, sekalipun untuk anda yang baru belajar soal breeding. Setiap ular pada dasarnya membawa setengah sifat dari orang tuanya. Jadi seekor ular adalah gabungan dari genetika bapak dan ibunya. Gen pada hakikatnya mempengaruhi ular khususnya warna dan pola yang dimiliki. Bisa saja seekor ular memiliki sifat genetik dari orang tuanya yang memiliki sifat gen dominan dan resesif.

Resesif
Sifat resesif pada gen adalah sifat yang hanya muncul jika sifat tersebut masing-masing dimiliki oleh kedua orang tuanya. Misalnya contoh gen resesif adalah albino. Jika kita mengawinkan albino retic dengan retic normal maka tidak akan menghasilkan retic albino melainkan 100% retic normal yang membawa gen albino (Heterozygous). Nah disinilah keunikan gen resesif karena dia tidak akan muncul jika tidak bertemu dengan sesama gen yang resesif. Selain itu gen resesif akan terus terbawa dalam anakan yang dihasilkan sehingga memiliki potensi menghasilkan albino jika dikawinkan dengan albino atau Het albino.

Simpel Resesif
Simpel resesif adalah sifat yang ketika akan melakukan mutasi membutuhkan dua indukan yang memiliki gen sama agar sifat resesifnya muncul pada anakannya. Sehingga ketika dikawinkan akan match dan menghasilkan hewan dengan gen resesif (Homozigot). Contohnya gen albino pada ball python, jika kita menghandaki anakan yang lahir ball python maka harus mengawinkan Het Abino x Het Albino atau Albino x Het Albino. Oleh karena itu jika mengawinkan Albino x Normal maka bukan sifat simple resesif.

Dobel Resesif
Lain halnya dengan sifat dobel resesif dimana ular memilik dua Het dalam satu individu. Apakah mungkin terjadi? Ya tentu saja hal ini bisa terjadi. Contohnya pada ular molurus gen yang termasuk resesif yakni albino, granite, labyrinth dan patternles (green). Kita akan mengawinkan Molurus Granite x Molurus Labyrinth maka hasilnya tidak akan ada sama sekali granite ataupun labyrinth. Hanya menghasilkan anakan dengan penampilan normal yang didalam gen nya terkandung sifat granite dan labyrinth secara bersamaan. Nah inilah yang disebut dengen dobel resesif ketika satu individu mengandung dua het secara bersamaan.

Het/Heterozygous
Kita sering mendengar istilah Het pada hewan yang kita lihat di forum jual beli atau pada beberapa seller reptil. Misalnya sering beberapa tukang reptil menjual Molurus Het Albino, Retic Dobel Het Albino, Cornsnake Het Anery, dll. Banyak yang tidak mengerti apa itu Het. Saya pernah tertawa melihat seller pemula yang menjual molurus granitnya yang katanya punya Het Albino. Dia menuliskan Molu Granit Head Albino. Ketika saya tanya kenapa menulis HEAD ALBINO dengan enteng dijawab “kata yang jual sebelumnya itu ada Het albinonya dan kepala molunya putih seperti molu albino”. Sungguh lucu bagi saya, tapi kita ga akan membahas kelucuan itu.

Apa itu Het? Het adalah istilah yang dipakai untuk menyebut hewan yang memiliki dua gen yang berbeda untuk suatu sifat tertentu. Istilah Het dipakai untuk hewan yang merupakan hasil perkawinan gen resesif. Sebagaimana yang dibahas pada sub resesif di atas hewan yang lahir dari gen resesif x bukan resesif akan menghasilkan hewan yg tampak normal tetapi membawa gen resesif. Hewan seperti itulah yang disebut sebagai Heterozygous. Istilah Het juga bisa diberlakukan pada gen Co-Dominan dimana gen tersebut merupakan Het dari Super Form hewan dengan Co-Dom.

66% Het
66% het atau Poss 66% het adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hasil perkawinan antara Het x Het. 66% tidak akan muncul dalam perkawinan Het x Homo(zygous). Individu yang mengandung sifat ini nampak seperti tipe normal atau wildtipe. Hanya saja terdapat chance alias kesempatan sebesar dari anakan normal tersebut 66% nya mengandung Het.

Contoh:
Molu Het Granit x Molu Het Granit =
25% Wildtyp
50% Wildtyp het. Granit
25% Granit

Dari hasil perkawinan tersebut diperoleh 75% Molu Normal dan 25% adalah Molu Granite. Sulit untuk menentukan diantara 75% Molu Normal tersebut yang mengandung Het atau yang tidak mengandung Het sama sekali. Oleh karena itu hasil yang muncul adalah :
75% Wildtyp 66% poss.het. Granit
25% Granit

Angka 66% diperoleh dengan membagi prosentase utuh dengan tiga variabel yakni 1/3 granit, 1/3 het, dan 1/3 normal. Angka 1/3 yg mewakili normal ditambah 1/3 yang mewakili het menjadi 2/3 dikonvert menjadi angka 66,66 atau disingkat 66% poss het.

Dominan
Hewan dengan sifat genetik dominan anakan menghasilkan anakan yang sama dengan indukannya 100%. Salah satu contohnya adalah Retic Goldenchild. Goldenchild merupakan retic morph yang mempunyai sifat dominan yang artinya sekalipun dengan retic normal maka akan dihasilkan 100% Goldenchild juga. Oleh karena itu reptil morph dengan label sifat dominan mempunyai harga yang tinggi karena akan menghasilkan anakan yang bagus pula.

Co-Dominan
Hewan dengan sifat genetik co-dom yang paling populer adalah pada retic yakni Tiger, Sunfire, dan Fire (Platinum). Jika reptil kita memiliki sifat co-dom maka ketika dikawinkan dengan hewan normal maka akan menghasilkan 50% normal dan 50% Morph. Contohnya tiger retic jika dikawinkan dengan retic normal maka akan menghasilkan retic normal dan retic tiger dengen prosentase yang sama. Jika sesama jenis co-dom dikawinkan maka akan menghasilkan super form. Misalkan Retic Tiger x Retic Tiger maka akan menghasilkan anakan Super Tiger 25%, Tiger 50%, dan Normal 25%. Anakan yang dihasilkan dari hewan dengan sifat co-dom sama sekali tidak menghasilkan Het. Hal ini berarti anakan normal yang dihasilkan sama sekali tidak membawa gen dan tetap menjadi hewan normal.

Mungkin segini dulu yang bisa saya share. Silahkan kalau ada yang salah silahkan dikoreksi... :salut:

Pemeliharaan Sanca Kembang (Python Reticulatus)

Oleh Wongbanyumas

Bagi para pembaca sekalian yang memelihara reptil tentunya pasti mengenal retic. Jenis ular ini lebih dikenal sebagai retic atau sanca kembang. Retic termasuk ke dalam keluarga python. Seluruh keluarga besar python tidak memiliki bisa. Mereka membunuh mangsa dengan cara melilit tubuh mangsanya sampai kehabisan nafas. Retic tercatat sebagai ular terbesar di dunia. Panjang rata-rata retic dewasa adalah 5-7 meter. Dengan ukuran sebesar itu retic dapat membunuh orang dewasa sendirian dengan belitannya.

Retic seringkali dijumpai oleh masyarakat. Ciri ular ini adalah coraknya yang cukup cantik. Pada punggungnya terdapat rangkaian pola berwana hitam yang membentuk berbagai pola. Ada yang bulat seperti rangkaian rantai, ada pula yang kotak seperti kartu wajik, dan masih banyak bentuk lainnya yang memanjang dari leher sampai dengan ekornya. Bagian samping ular ini dihiasi corak berwarna kuning dan abu-abu keperakan. Nama sanca batik itu sendiri karena melihat sisi sampinya ini yang nampak seperti lukisan batik yang beraturan.

Habitat:
Retic sering dijumpai masuk ke dalam rumah atau pekarangan warga. Habitat ular ini termasuk sangat felksibel. Dia bisa hidup di dalam hutan hujan yang rimbun, semak belukar, padang rumput, dan bahkan gorong-gorong saluran air dekat pemukiman manusia. Ular ini juga kerap ditemukan dekat sumber air. Pada dasarnya retic menyukai tempat yang hangat namun memiliki tingkat kelembaban tinggi. Oleh karena itu ular ini seringkali masuk ke rumah manusia karena banyak tempat yang disenangi ular ini.

Karakter:
Ular ini sangat tidak dianjurkan untuk mereka yang baru memulai memelihara reptil. Mengapa? Ular ini termasuk tipe ular besar. Selain itu tingkat agresifitas dan nafsu makannya cukup tinggi. Kalau menemukan retic yang jinak tentunya sudah melalui proses domestifikasi dan interaksi yang intens dengan manusia. Retic merupakan ular yang mengandalkan kekuatan lilitan dan rahangnya yang sangat kuat. Untuk ular yang diperoleh hasil tangkapan biasanya akan menjadi sangat galak. Selain itu biasanya cenderung untuk mogok makan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Kandang:
Retic termasuk ular yang hidup di atas permukaan tanah (terrestrial). Kandang yang pas adalah berbentuk meluas dan melebar, bukan meninggi. Kandang yang baik adalah si ular dapat merentangkan tubuhnya minimal 2/3 tubuhnya. Harus ada ventilasi yang cukup karena retic mempunyai kencing yang cukup menyengat aromanya. Untuk alas kandang biasa gunakan alas koran. Ada juga yang menggunakan serpihan kayu atau serutan kayu. Kandang yang digunakan dapat dibuat sendiri atau membeli jadi. Namun demi kepraktisan kebanyakan hobiis menggunakan kontainer box yang dilubangi sisinya dengan solder untuk lubang nafas dan ventilasi.

Makanan:
Retic termasuk pemakan segala. Mulai dari tikus, kelinci, marmut, ayam, bahkan daging sapi pun bisa jadi menu makannya. Nafsu makan retic termasuk nomor satu jika dibanding dengan ular lain. Maka tak jarang retic dijuluki tong sampah yang berarti bisa masuk apa saja ke perutnya. Untuk ular yang masih baby bis alangsung diberi makan tikus mencit yang masih muda (jumper). Saran dari saya jangan terlalu banyak memberikan makan ketika masih kecil. Sebab dikhawatirkan akan muntah. Pemberian pakan dalam intensitas sering dan kuantitas yang banyak hanya akan membuat retic anda menjadi cepat besar. Perlu diingat anda memlihara hewan ini tidak hanya satu atau dua tahun. Anda harus bertanggung jawab mengurus ular ini sampai dia besar nanti. Pakan untuk ular yang besar di atas satu meter bisa diberikan rat atau marmut. Sedangkan untuk retic yang sudah masuk ukuran adult (3 meter keatas) berikan pakan berupa ayam atau kelinci.

Handling:
Urusan handling retic mejadi hal yang sangat penting diperhatikan. Retic termasuk hewan yang buas dan susah diprediksi. Selain itu kekuatan retic juga patut dipertimbangkan sebab tenaganya cukup besar dan menguras energi kita. Pastikan sebelum menghandle ular anda tangan harus dalam keadaan dicuci. Sebab dikhawatirkan jika tangan kita tidak bersih, khususnya setelah memberi makan, ular akan menghajar tangan anda karena mengira tangan anda adalah makanan. Kunci utamanya adalah anda harus percaya diri dan tenang. Biarkan ular percaya kepada anda dan tidak menganggap anda sebagai ancaman.

Rabu, 17 Agustus 2011

Shedding Pada Ular

Oleh Wongbanyumas

ciri2 mau shed
mata berwarna putih adalah pertanda sedang terbentuknya lapisan kulita baru pada tubuh ular. hal ini menadakan ular akan segera mengalami pergantian kulit. selain pada matanya yg berubah jadi keputihan warna tubuh ular juga akan menjadi butek, kusam, dan ga secerah biasanya. selain itu ketika hendak mengalami pergantian kulit ular akan menjadi lebih sensitif dari biasanya. untuk ular kecil akan cenderung lari2an kalau dipegang dan kadang malah ada yang strike ke tangan. hal ini wajar krn saat shedd ular dalam keadaan lemah krn peglihatannya terganggu dan energiya habis untuk pembentukan lapisan kulit baru. kalo monop biasanya mau shedd pasti suka mrungkel di pojokan n ga mau nangkring. sering juga ditemukan dalam keadaan berendam di bak minuman agar kulitnya menjadi lembab dan gampang dilepasin nantinya sama si ular...

kenapa sih ular shedding??
jadi kita menggunakan pengandaian saja biar gampang. kita ibaratkan kulit ular itu seperti pakaian bagi manusia. ada beberapa alasannya...
  1. tentu saja kalau ularnya makin gede maka butuh baju baru seperti kita makanya sang ular berganti kulit.
  2. kulit yang lama sudah tak layak pakai krn kusam dan banyak lecet. sama seperti orang juga kan klo bajunya udah lusuh n gembel pasti beli baju yang baru..
  3. kondisi ligkungan ular yang mengalami perubahan temperatur. nah biasanya klo kita cermatin monop suka ganti kulit saat hendak musim hujan atau musim panas. atau biasanya saat baru datag di rumah baru suka ganti kulit. hal ini dikarenakan penggantian kulit bertujuan untuk memudahka proses aklimatisasi alias menyesuaikan diri alias beradaptasi dengan lingkungan barunya...

apa yang musti dilakukan ketika ular shedding??
ular akan menjadi sangat rapuh dan lemah ketika mengalami pergantian kulit. pada saat shed kita sama sekali ga boleh ganggu proses ini. biarkan ular dalam keadaan tenang dan jangan di handle loh ya. tempatkan di tempat yg tenang dan lembab. kalau perlu sediakan cawan berisi air agar kandangnya terjaga humiditynya atau bisa ajdi tempat berendam buat memudahkan shednya. kalau perlu berikan ranting atau batu agar membantu ular melepaskan kulit dari badannya...

sekian dan terima kasih...
kalau tulisan saya membantu silahkan kirimkan cendol...
hehehehehhe....

Rabu, 08 Juni 2011

Mengenal Retic Albino

Oleh Wongbanyumas

Siapapun akan terpesona dengan kecantikan ular yang satu ini, Albino Reticulated Python. Namun tahukah kamu bahwa albino retic itu ada beberapa type? Kali ini kita akan membahas khusus mengenai albino retic. Albino secara singkat merupakan mutasi genetik yang mengakibatkan hilangnya warna hitam (melanin) pada kulit ular. Hal ini mengakibatkan warna ular menjadi sangat cerah dan cantik. Mutasi gen albino sendiri bersifat resesif yang artinya hanya dapat diturunkan langsung kepada anaknya jika kawin dnegan sesama albino.

1. Albino Type Satu (Clark Strain)
Seperti namanya albino ini pertama kali dibuktikan sebagai proven morph oleh Bob Clark, salah satu breeder terkemuka di jagat bumi saat ini pada tahun 2000. Albino type satu sangat unik karena bersifat polymorphic yang artinya keturunannya punya warna yang berbeda-beda. Dalam satu clutch anakan akan ditemukan tiga warna yakni putih (white phase), lavender phase, dan purple phase.
White Phase @Jay PP
Lavender @Jay PP

Purple Phase Albino @Jay PP


Asal muasal retic Albino ini berasal dari Mr Wong yang dibeli oleh Bob. Kemudian Bob melakukan pemuliaan dan pada akhirnya retic albino dapat dikembangkan dan menyebar ke seluruh dunia.
F0 @999Lucy (Reptilx)



2. Albino Type Dua (Kahl Strain)
Tipe tiga ini juga dikenal dengan nama amelanistic atau disingkat amel. Albino amel adalah tipe albino sejati karena benar-benar memiliki warna putih yang bersih dan memiliki mata merah. Kebanyakan orang sulit membedakan albino amel dengan albino white phase. Namun kalau ternyata teliti albino amel memiliki kepala berwarna putih dan mata full merah. Albino ini terbukti proven morph oleh kahl baldogo pada 2003.
Albino Amel @Bob Clark



3. Albino Type Tiga (Caramel)
Dikenal dengan warnanya yang seperti caramel. Caramel = menambah pigment hitam pada albino yg disebut T +. Semua warna hitam diganti dengan warna ungu. Semua pigmen gelap lainnya tidak ada. Warna yang muncul adalah keemasan, kuning pucat dan ungu.
Caramel @Bob Clark

Sebagai Informasi tambahan apabila retic albino beda tipe dikawinkan maka tidaka akan menghasilkan albino. Hasilnya adalah anakan normal yang membawa het (dobel) albino.